Jumat, 07 Juni 2013

Kelompok MP-ICT 4

Nama Kelompok 4 kelas IV B:

1. Fatikhah Abdullah                            (A510110053)
2. Novi Kesuma                                  (A510110054)
3. Sismanto                                        (A510110059)
4. Utha Cahya                                     (A510110058)
5. Andyta P                                        (A510110089)



       #KreasiTanpa Henti


Evaluasi MP-ICT kelompok 4

Nama                     : Fatikhah Abduallah
Kelas                      : IV B
NIM                       : A510110053
Motto Hidup           : Kreasi Tanpa Henti

A.    Yang telah di pelajari dalam MP-ICT
Selama saya belajar MPICT, saya sudah mengenal dan memahami yang selama ini menjadi pertanyaan bagi saya. Yang pertama kita belajar Flash Animation, dari situ saya dapat belajar untuk membuat pembelajaran menjadi mudah dan efisien. Kemudian kita belajar membuat blog, dari situ dapat saya ambil bagaimana kita lebih dapat mengembangkan kreatifitas kita. Dari keduanya itu kita dituntut bagaimana kita mengemas sebuah materi pembelajaran untuk diterapkan di kelas nantinya. Kemudian kita juga diajari media pembelajaran melalui visual arts. Dan yang terakhir kita di bombing membuat narasi pendek untuk anak dengan menggunakan storybird, dari situ memang kita dituntut harus mengembangkan daya imajinasi kita untuk membuat hidup dari beberapa gambar yang saling terkait, kemudian menjadi cerita yag menarik.
B.     Refleksi dalam sebuah kelompok
Kalo menurut saya pribadi, siapapun orang di dalam kelompok tak jadi masalah di karnakan kita semua disini adalah keluarga dan semua sama-sama belajar untuk lebih memahami dan mengerti akan apa yang telah dipelajari di dalam mata kuliah ini.
Selama saya berkelompok dengan anggota saya, memang lama-kelamaan saya mengerti tentang apa yang telah dipelajari selama ini. Baik itu tentang flash animation,  membuat blog, dan story bird. Yang terpenting kita selama ini saling menjaga komunikasi yang baik untuk managemen kelompok.
Tetapi pasti ada hal yang harus kita benahi nantinya,

C.     Masukan untuk MP-ICT dan kekurangannya
·         Untuk MP-ICT, kalo menurut pribadi lebih suka pembelajaran di outdor, contoh di Danau. Selain kita lebih santai dalam menerima pembelajaran, kita juga bias menikmati udara segar di sekitar. Tetapi pembelajaran di outdor di lakukan setelah diberi materi di kelas.
·         Kekurangan dari MP-ICT :  mungkin selama ini yang saya rasakan adalah kurangnya fasilitas untuk memaksimalkan berhasilnya MP-ICT jika dilihat dari segi material (laptop dan wifi), tetapi memang kalo menurut pribadi tidak menjadi kendala utama dalam mata kuliah ini, terbukti kita dapat memanjemen semua itu dengan baik.





Nama    : Andita Putri Permataningtyas
Kelas     : IV B
NIM       : A510110089

A.    Yang telah di pelajari dalam MP-ICT
Dalam 1 semester  ini kami belajar mulai dari perbedaan teknologi pendidikan dan pendidikan teknologi. Teknologi pendidkan menurut sepengetahuan saya adalah orang yang mempelajari tentang teknologi. Sedangkan, pendidikan teknologi, adalah orang yang dapat menciptakan teknologi.  Setelah itu kami belajar tentang bagaimana kita mengetahui gaya belajar setiap individu, baik gaya belajar yang kinestetik, visual, dan auditori. Kami juga diajarkan tentang bagaimana cara membuat media pembelajaran untuk siswa SD, dengan berbagai suatu tingkatan tertentu, agar guru dapat menyampaikan materi dengan mudah dan para siswa SD dapat tertarik dengan apa yang disampaikan guru didepan. Kami juga diwajibkan untuk membuat blog, dan setiap kelompok di wajibkan untuk mempunyai blog, setiap tugas yang diberikan oleh ibu Amalia, kami wajib memostingkan didalam blog. Story bird adalah materi kuliah sebelum kami mengakhir perkuliahan dipertemuan terakhir. Kami diajarkan untuk membuat cerita yang sesuai dengan karakter anak sekolah dasar.
B.     Refleksi dalam sebuah kelompok
Dalam kelompok pertama yang dibentuk, kami mendiskusikan tentang bagaimana cara membuat media pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar atau meteri mata pelajaran untuk anak sekolah dasar. Dan kelompok kami membuat madia pembelajaran tersebut dengan mengambil salah satu mata pelajaran, yaitu mata pelajaran matematika.
Kelompok kedua yang dibentuk lagi, untuk membuat story bird. Kami mendiskusikan tentang alur cerita yang disampaikan untuk anak sekolah dasar. Pesan moral yang disampaikan, kreatifitas yang timbul dari yang membaca.

       C.     Masukan untuk MP-ICT dan kekurangannya
·         Masukkan untuk MP-ICT : semoga MP-ICT kedepannya bisa lebih baik dan bisa menyesuaikan dengan teknologi yang semakin maju dan berkembang. Untuk mahasiswa dan mahasiswi bisa untuk menambah wawasan supaya lebih berkembang lagi kreatifitas.
·         Kekurangan dari MP-ICT :  tidak adanya lab komputer itu tidak masalah, toh kerjanya kan kerja kelompok 1 laptop dalam 1 kelompok itu cukup, asalkan ada jaringan wi-fi untuk mengakses internet dengan mudah. Karena tidak semua modem yang dipunyai oleh mahasiswa lancar untuk mengakses internet dikampus.
·         Yang  telah di pelajari di MP ICT: yaitu dalam mata kuliah ICT selama satu semester ini banyak ilmu tentang teknologi yang saya dapatkan mulai dari mengenal teknologi pendidikan dan pendikan teknologi  telah saya ketahui arti dan maksudnya. Menurut sepengetahuan saya Pendidikan teknologi  mempelajari sesuatu melalu teknologi sedangkan teknologi pendidikan dapat menciptakan ide ide baru dari beberapa dari banyak orang. Setelah itu kami  belajar mengetahui gaya belajr siswa dan mengetahui kompetensi dasar seorang guru dalam memahami teknologi, dan bagaimana guru mengenalkan teknologi kepada siswa sekolah dasar. Setelah itu kami belajar memahami dasar membuat media pembelajaran melalui flash untuk di terapkan di sekolah dasar, agar siswa SD dapat dengan mudah dan paham dengan adanya media pembelajaran dari guru. Setelah itu kami di dalam setiap kelompok membuat media pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran. Dan dalam setiap kelompok di wajibkan mempunyai bloq untuk memposting materi yang di sampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah ICT ibu amalia. Dan kami juga di ajarkan bagaiman cara membuat storybird,  storybird membuat suatu cerita dengan gambar dengan karaktek siswa sekolah dasar yang menarik di ajarkan di sekolah sd.

·         Refleksi yang sudah di kerjakan dalam sebuah kelompok: yaitu dalam sebuah kelompok saling berdiskusi delam membuat media pembelajaran. Dan dalam mata kuliah ict di bentuk kelompok lagi untuk membuat storybird dalam cerita yang mengandung tema sekolah dasar, saling saring dan bekerja sama dalam pembuatan storybird ini dalam satu kelompok terdiri dari 2 orang.


·         Masukan untuk MP ICT dan kekukarangannya:
                    Masukan’  mata kuliah ict untuk kedepannya lebih maju dan berkembang baik menurut perkembangan teknologi yang ada, dan sepuya mahiswa- mahasiswi lebih menambah wawasan dalam teknologi, sebaiknya mata kuliah ICT sesekali di lab komputer atau di luas kelas seprti di haall atau di taman, dan agar mahasiswa tidak begitu bosan di dalam kelas sehingg ada suasana berbeda.
Kekurangan’  kekurangan dalam mata kuliah ICT, tidak adanya lab komputer untuk mata kuliah ict, sehingga bagi mahasiswa yang belum mempunyai laptop tidak dapat belajar ict dengan maksimal’ hanya dapat teori saja. Dan seharusnya dalam mata kuliah ICT di cari tempat yang nyaman dan aktif wifi sehingga mempermudah mahasiswa untuk memulai belajar mata kuliah ICT.






Nama: novi kesuma putri
Kelas: IV B
Nim : A510110054

1.       Yang  telah di pelajari di MP ICT: yaitu dalam mata kuliah ICT selama satu semester ini banyak ilmu tentang teknologi yang saya dapatkan mulai dari mengenal teknologi pendidikan dan pendikan teknologi  telah saya ketahui arti dan maksudnya. Menurut sepengetahuan saya Pendidikan teknologi  mempelajari sesuatu melalu teknologi sedangkan teknologi pendidikan dapat menciptakan ide ide baru dari beberapa dari banyak orang. Setelah itu kami  belajar mengetahui gaya belajr siswa dan mengetahui kompetensi dasar seorang guru dalam memahami teknologi, dan bagaimana guru mengenalkan teknologi kepada siswa sekolah dasar. Setelah itu kami belajar memahami dasar membuat media pembelajaran melalui flash untuk di terapkan di sekolah dasar, agar siswa SD dapat dengan mudah dan paham dengan adanya media pembelajaran dari guru. Setelah itu kami di dalam setiap kelompok membuat media pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran. Dan dalam setiap kelompok di wajibkan mempunyai bloq untuk memposting materi yang di sampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah ICT ibu amalia. Dan kami juga di ajarkan bagaiman cara membuat storybird,  storybird membuat suatu cerita dengan gambar dengan karaktek siswa sekolah dasar yang menarik di ajarkan di sekolah sd.

2.       Refleksi yang sudah di kerjakan dalam sebuah kelompok: yaitu dalam sebuah kelompok saling berdiskusi delam membuat media pembelajaran. Dan dalam mata kuliah ict di bentuk kelompok lagi untuk membuat storybird dalam cerita yang mengandung tema sekolah dasar, saling saring dan bekerja sama dalam pembuatan storybird ini dalam satu kelompok terdiri dari 2 orang.


3.       Masukan untuk MP ICT dan kekukarangannya:
Masukan’  mata kuliah ict untuk kedepannya lebih maju dan berkembang baik menurut perkembangan teknologi yang ada, dan sepuya mahiswa- mahasiswi lebih menambah wawasan dalam teknologi, sebaiknya mata kuliah ICT sesekali di lab komputer atau di luas kelas seprti di haall atau di taman, dan agar mahasiswa tidak begitu bosan di dalam kelas sehingg ada suasana berbeda.
Kekurangan’  kekurangan dalam mata kuliah ICT, tidak adanya lab komputer untuk mata kuliah ict, sehingga bagi mahasiswa yang belum mempunyai laptop tidak dapat belajar ict dengan maksimal’ hanya dapat teori saja. Dan seharusnya dalam mata kuliah ICT di cari tempat yang nyaman dan aktif wifi sehingga mempermudah mahasiswa untuk memulai belajar mata kuliah ICT.








Nama               : Sismanto
Kelas              : IV B
NIM                : A510110059
Motto Hidup   : tatap masa depan dengan senyuman

A.    Yang telah di pelajari dalam MP-ICT
Selama saya belajar MPICT, saya sudah mengenal dan memahami yang selama inibelum pernah saya ketahui. Yang pertama kita pelajari adalah bagaimana caranya membuat flash animation, dengan flash animation kita nantinya akan dapat membuat pembelajaran lebih efekti dan efesien dan tentunya akan lebih membuat peserta didik menjadi semangat karena pembelajaran akan menjadi lebih menarik.Untuk yang kedua adalah bagaimana caranya membuat blog,dari sini kita dapat meberikan info apa saja melalui blog dan dalam penerapannya kita diwajibkan membuat blog untuk satu kelompok. Dan yang ketiga adalah kita belajar mengenai visual arts, kita belajar mengembangkan daya imajinasi kita dengan cara menggambarkan sesuatu dengan mata tertutup. Angrybird adalah materi yang saya dapatkan pada akhir-akhir kuliah, materi ini yang saya kira paling menyenangkan karna dari sini kita harus menggabungkan antara gambar dan narasi yang kita buat agar dapat menjadi suatu cerita yang menarik dengan catatan cerita tersebut harus berhubungan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan pada peserta didik
B.     Refleksi dalam sebuah kelompok
Saya memposisikan diri saya dalam kelompok adalah sebagai individu yang harus menghormati anggota kelompok saya, karna sama dengan yang lain, saya disini dalam tahap belajar,apa yang tidak saya ketaui tentunya saya akan bertanya kepada anggota kelompok saya yang lebih faham, dan seandainya saya mampu atau bias, saya juga akan memberikan apa yang saya ketaui tersebut demi kebaikan kelompok, karena disini kita saling melengkapi.

C.     Masukan untuk MP-ICT dan kekurangannya
·         Untuk MP-ICT, dalam proses pembelajaran sebisa mungkin dibuat lebih menyenangkan tanpa mengurangi focus mahasiswa dalam proses pembelajaran, ruangan kelas yang panas mungkin akan membuat mahasiswa kurang nyaman,lebih baiknya mempunyai ruangan khusus yang sudah tersedia fasilitas untuk menunjang pembelajaran atau pembelajaran sekali-kali dlaksanakan diluar kelas.
·         Kekurangan dari MP-ICT : ruangan khusus yang bias menunjang proses pembelajaran,karena tidak semua mahasiswa mempunyai laptop jadi dari semua itu mungkin mahasiswa yang tidak mempunyai laptop akan sedikit tertinggal.






Utha Cahya Septiadi
A510110058
IV B/ Kelompok 4
A.    YANG SAYA PELAJARI DALAM MP-ICT
Pada awal pembelajaran materi yang diberikan adalah tentang teknologi. Teknologi sendiri yang dapat saya simpulkan adalah sesuatu yang baru atau inovasi atau ide dari berbagai orang. Selanjutnya adalah perbedaan pengertian antara Pendidikan Teknologi dan Teknologi Pendidikan. Perbedaannya adalah
·         Pendidikan Teknologi itu adalah pendidikan yang ada hubungannya dengan teknologi.
·         Sedangkan Teknologi Pendidikan adalah teknologi yang digunakan dalam pendidikan.
Selanjutnya adalah Landasan dari MP-ICT yaitu Kompetensi Guru yang sudah tercantum pada UU No 14 th 2005 dan Permendiknas No 16 th 2007. Lalu ada prinsip-prinsip dari Teknologi itu sendiri.
Saya juga mempelajari macam-macam serta ciri-ciri gaya belajar anak bahwa ada anak visual, auditori dan kinestetis.
Lalu lanjut pada membuat media pembelajaran melalui Adobe Flash CS3 Professional. Di dalam kelompok saya belajar bagaimana membuat media pembelajaran agar memudahkan serta membuat materi yang disampaikan lebih menarik bagi siswa.
       Saya juga belajar sedikit tentang seni rupa, bahwa sebagai guru kita harus merubah mind set tentang seni rupa di sekolah dasar. Bahwa menggambar yang baik itu tidak harus menggambar harus mirip dengan apa yang ada.
       Dan yang terakhir adalah mengembangkan kemampuan bercerita melalui media Story Bird. Lebih menyenangkan jika pembelajaran tidak hanya melalui ceramah saja namun juga melalui media yang bisa dibuat oleh guru.

B.     REFLEKSI DALAM KELOMPOK

Hanya sedikit yang dapat saya berikan pada kelompok karena dalam materi Adobe Flash hanya satu orang yang diberikan penjelasan mengenai cara menggunakan tersebut. Karena itu hanya sedikit kemampuan yang saya bisa.
Sedangkan pada pembuatan cerita dalam Story Bird saya cukup berperan dalam membuat cerita bersama pasangan saya. Sehingga saya lebih menikmati dalam membuat cerita.


C.    MASUKAN UNTUK MP-ICT DAN KEKURANGANNYA
·         Masukkan untuk MP-ICT : Ke depan mungkin lebih baik jika ICT menggunakan Lab Komputer. Sehingga kemampuan mahasiswa lebih merata.

·         Kekurangan dari MP-ICT :  Materi kurang banyak. Dosen agak kurang memperhatikan mahasiswa yang tidak punya laptop.

Rabu, 29 Mei 2013

Media Pembelajaran Melalui Visual Art

google
       Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran seni rupa dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Di antara prinsip-prinsip yang dapat diadopsi dalam membuat perencanaan pembelajaran (merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian dalam silabus, RPP, dan bahan ajar), melaksanakan proses pembelajaran, dan evaluasi yang mengembangkan karakter adalah prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selama ini telah diperkenalkan kepada guru di seluruh Indonesia sejak tahun 2002, yang diintensifkan dalam pelaksanaan KTSP secara bertahap mulai tahun 2006.

       Pembelajaran berkreasi seni rupa pada dasarnya berbentuk tugas praktik membuat karya seni rupa, yang dilengkapi dengan pameran seni rupa, baik di kelas, sekolah, atau masyarakat. Dalam hal ini, guru juga perlu memberikan tugas individual maupun kelompok. Untuk pengembangan karakter, tugas individual berguna untuk mengembangkan nilai-nilai seperti mandiri, percaya diri, tanggung jawab, kreatif, inovatif, tangguh, dan sebagainya. Tugas kelompok berguna bagi pengembangan nilai-nilai seperti kerja sama, demokratis, peduli, menghargai karya orang lain, dan sebagainya.
Untuk mengefektifkan pengembangan karakter dalam pembelajaran praktik berkarya seni rupa, guru perlu berupaya mendorong siswa melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. mengembangkan konsep atau gagasannya sendiri dalam mengerjakan tugas individual, antara untuk mengembangkan nilai-nilai seperti percaya diri, jujur, dan mandiri,
2. mengerjakan karyanya dengan usahanya sendiri, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai seperti percaya diri, tanggung jawab, jujur, dan mandiri,
3. melakukan eksplorasi dan eksperimen dalam mengembangkan karyanya, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai seperti ingin tahu, kreatif, dan inovatif,
4. menangani bahan dan alat sesuai prosedur, untuk mengembangkan nilai-nilai seperti disiplin, peduli lingkungan, dan tanggung jawab,
5. melibatkan diri secara aktif dalam melaksanakan tugas kelompok, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai seperti demokratis, kerja sama, tanggung jawab, dan menghargai karya orang lain ,
6. menghasilkan karya seni rupa yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain
7. menghasilkan karya seni rupa yang berkualitas, untuk mengembangkan nilai-nilai seperti tanggung kreatif, tangguh, dan tanggung jawab,
8. memperlakukan dengan sebaik-baiknya karya sendiri maupun karya orang lain, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai menghargai karya dan prestasi sendiri dan orang lain, tanggung jawab, dan peduli.

Referensi:  http://opieee.blog.stisitelkom.ac.id/2013/03/07/pembelajaran-seni-rupa-6/


@fatihelldestroyy&friends

Alat Peraga (Kegiatan PGSD UMS)

google



ALAT PERAGA

#JUARA 1

*Ketua kelompok : Riana (Universitas Sebelas Maret)
Nama Alat Peraga : SNACK STAIR


Penjelasan dari alat peraga :
Alat peraga ini dibuat seperti permainan ular tangga pada umumnya, tetapi ukurannya yang ini sangat besar. Disetiap kotak ataupun nomernya terdapat gambar bangun datar, kemudian dadunya terdapat rumus-rumus dari bangun datar. Jadi, setiap kita melempar dadu itu, rumus yang di sisi atas dadu, itu yang akan kita jalankan sesuai dengan gambar yang di papan. Menjalankan ini kita harus sesuai dengan rumus apa yang keluar di dadu.


Fungsi dari alat peraga ini :
1. Untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang macam-macam bangun datar,
2. Untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang rumus-rumus luas bangun datar,
3. Alat ini digunakan untuk belajar sambil bermain

Kelebihan : alat peraga ini bagus, untuk digunakan di kelas rendah, karena mereka lebih senang belajar, tetapi juga sambil bermain
Kekurangan: alat ini sebaiknya di beri macam-macam soal juga sesuai dengan tahapan nomer yang ia jalankan.


#JUARA 2


**Ketua Kelompok : Myta Yuliana (Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah)
Nama Alat Peraga : TEATER MINI ACIL


Penjelasan dari alat peraga :
Alat ini dibuat seperti halnya teater pertunjukkan mini, dimana ada tirai dan dekorasinya.

Cara kerja alat peraga :
Beberapa anak mengambil tokoh-tokoh karakter yang tersedia, kemudian siswa memperagakan tokoh di dalam teater kecil sesuai dengan narasi yang dibuat dengan suara seperti tokoh aslinya.

Fungsi dari alat peraga ini :
1. Untuk melatih anak mendemonstrasikan tokoh-tokoh publik
2. Melatih anak berbahasa yang lancar dan benar
3. Memberikan hiburan tersendiri bagi peserta didik nantinya


Kelebihan: dapat mengajarkan anak untuk mendemonstrasikan sebuah tokoh dan mengajarkan berbahasa yang benar dan lancar.
Kekurangan : terkadang tidak semua peserta didik mudah memainkan sebuah tokoh sesuai karakternya tanpa melalui contoh yang konkrit berulang kali.


@fatihelldestroy&friends

Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran

google

Dalam Kamus umum Bahasa Indonesia karya WJS Poewadarminta, bahwa pengembangan adalah perbuatan menjadikan bertambah, berubah, sempurna (pikiran, pengetahuan, dan sebagainya) (2002:473).
Secara garis besar kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri atas tiga langkah besar yang harus dilalui, yaitu kegiatan perencanaan, produksi dan penilaian. Sementara itu, dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan program media. Arief Sadiman, dkk, memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut:
1)       Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang dimiliki siswa dengan apa yang diharapkan. Contoh jika kita mengharapkan siswa dapat melakukan sholat dengan baik dan benar, sementara mereka baru bisa takbir saja, maka perlu dilakukan latihan untuk ruku, sujud, dan seterusnya.
2)       Merumuskan tujuan intruksional (Instructional objective) dengan operasional dan khas
Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik, ada beberapa ketentuan yang harus diingat, yaitu:a.      Tujuan instruksional harus berorientasi kepada siswa. Artinya tujuan instruksional itu benar-benar harus menyatakan adanya prilaku siswa yang dapat dilakukan atau diperoleh setelah proses belajar dilakukan.b.      Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional, artinya kata kerja itu menunjukkan suatu prilaku/perbuatan yang dapat diamati atau diukur.

3)       Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
Penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari sub kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran, sehingga materi yang disusun adalah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut. Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah selanjutnya adalah mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit, dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak.
Contoh Rumusan Butir-butir Materi dari Rumusan Tujuan Pembelajaran di atas:
      a.       Praktek Sholat
      b.       Nama Pulau-pulau Besar yang ada di Indonesia


4)       Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu sebelum naskah program ditulis. Dan alat pengukur ini harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang disajikan. Bentuk alat pengukurnya bisa dengan tes, pengamatan, penugasan atau cheklist prilaku.
5)       Menulis naskah media
Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan  penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik seperti yang telah dijelaskan di atas. Supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media, maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang kita sebut naskah program media.Naskah program media maksudnya adalah sebagai penuntun kita dalam memproduksi media. Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil gambar dan merekam suara. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil oleh kamera atau bunyi dan suara yang harus direkam.

6)       Mengadakan tes dan revisi

Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari program tersebut. Sesuatu program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik, tetapi bila program itu tidak menarik, atau sukar dipahami atau tidak merangsang proses belajar bagi siswa yang ditujunya, maka program semacam ini tentu saja tidak dikatakan baik.


Referensi : http://meretasmasadepan.blogspot.com/2011/03/langkah-langkah-pengembangan-media.html

@fatihelldestroy&friends

Teknologi pendidikan VS Pendidikan Teknologi

google


Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Bila teori belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran, teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia. (Richey, R.C. (2008). Reflections on the 2008 AECT Definitions of the Field. TechTrends. 52 24-25)

Teknologi adalah inovasi, modifikasi, atau sesuatu hal yang baru dan teknologi terjadi dan tercipta atas ide-ide dari banyak orang. “Teknologi Pendidikan” adalah hasil dari pendidikan teknologi, sedangkan “Pendidikan Teknologi” adalah pendidikan yang menggunakan teknologi. dan lebih berorientasi pada pendidikan.

@fatihelldestroy&friends