Rabu, 29 Mei 2013

Media Pembelajaran Melalui Visual Art

google
       Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran seni rupa dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Di antara prinsip-prinsip yang dapat diadopsi dalam membuat perencanaan pembelajaran (merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian dalam silabus, RPP, dan bahan ajar), melaksanakan proses pembelajaran, dan evaluasi yang mengembangkan karakter adalah prinsip-prinsip pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang selama ini telah diperkenalkan kepada guru di seluruh Indonesia sejak tahun 2002, yang diintensifkan dalam pelaksanaan KTSP secara bertahap mulai tahun 2006.

       Pembelajaran berkreasi seni rupa pada dasarnya berbentuk tugas praktik membuat karya seni rupa, yang dilengkapi dengan pameran seni rupa, baik di kelas, sekolah, atau masyarakat. Dalam hal ini, guru juga perlu memberikan tugas individual maupun kelompok. Untuk pengembangan karakter, tugas individual berguna untuk mengembangkan nilai-nilai seperti mandiri, percaya diri, tanggung jawab, kreatif, inovatif, tangguh, dan sebagainya. Tugas kelompok berguna bagi pengembangan nilai-nilai seperti kerja sama, demokratis, peduli, menghargai karya orang lain, dan sebagainya.
Untuk mengefektifkan pengembangan karakter dalam pembelajaran praktik berkarya seni rupa, guru perlu berupaya mendorong siswa melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. mengembangkan konsep atau gagasannya sendiri dalam mengerjakan tugas individual, antara untuk mengembangkan nilai-nilai seperti percaya diri, jujur, dan mandiri,
2. mengerjakan karyanya dengan usahanya sendiri, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai seperti percaya diri, tanggung jawab, jujur, dan mandiri,
3. melakukan eksplorasi dan eksperimen dalam mengembangkan karyanya, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai seperti ingin tahu, kreatif, dan inovatif,
4. menangani bahan dan alat sesuai prosedur, untuk mengembangkan nilai-nilai seperti disiplin, peduli lingkungan, dan tanggung jawab,
5. melibatkan diri secara aktif dalam melaksanakan tugas kelompok, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai seperti demokratis, kerja sama, tanggung jawab, dan menghargai karya orang lain ,
6. menghasilkan karya seni rupa yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain
7. menghasilkan karya seni rupa yang berkualitas, untuk mengembangkan nilai-nilai seperti tanggung kreatif, tangguh, dan tanggung jawab,
8. memperlakukan dengan sebaik-baiknya karya sendiri maupun karya orang lain, antara lain untuk mengembangkan nilai-nilai menghargai karya dan prestasi sendiri dan orang lain, tanggung jawab, dan peduli.

Referensi:  http://opieee.blog.stisitelkom.ac.id/2013/03/07/pembelajaran-seni-rupa-6/


@fatihelldestroyy&friends

Alat Peraga (Kegiatan PGSD UMS)

google



ALAT PERAGA

#JUARA 1

*Ketua kelompok : Riana (Universitas Sebelas Maret)
Nama Alat Peraga : SNACK STAIR


Penjelasan dari alat peraga :
Alat peraga ini dibuat seperti permainan ular tangga pada umumnya, tetapi ukurannya yang ini sangat besar. Disetiap kotak ataupun nomernya terdapat gambar bangun datar, kemudian dadunya terdapat rumus-rumus dari bangun datar. Jadi, setiap kita melempar dadu itu, rumus yang di sisi atas dadu, itu yang akan kita jalankan sesuai dengan gambar yang di papan. Menjalankan ini kita harus sesuai dengan rumus apa yang keluar di dadu.


Fungsi dari alat peraga ini :
1. Untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang macam-macam bangun datar,
2. Untuk mengenalkan kepada peserta didik tentang rumus-rumus luas bangun datar,
3. Alat ini digunakan untuk belajar sambil bermain

Kelebihan : alat peraga ini bagus, untuk digunakan di kelas rendah, karena mereka lebih senang belajar, tetapi juga sambil bermain
Kekurangan: alat ini sebaiknya di beri macam-macam soal juga sesuai dengan tahapan nomer yang ia jalankan.


#JUARA 2


**Ketua Kelompok : Myta Yuliana (Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah)
Nama Alat Peraga : TEATER MINI ACIL


Penjelasan dari alat peraga :
Alat ini dibuat seperti halnya teater pertunjukkan mini, dimana ada tirai dan dekorasinya.

Cara kerja alat peraga :
Beberapa anak mengambil tokoh-tokoh karakter yang tersedia, kemudian siswa memperagakan tokoh di dalam teater kecil sesuai dengan narasi yang dibuat dengan suara seperti tokoh aslinya.

Fungsi dari alat peraga ini :
1. Untuk melatih anak mendemonstrasikan tokoh-tokoh publik
2. Melatih anak berbahasa yang lancar dan benar
3. Memberikan hiburan tersendiri bagi peserta didik nantinya


Kelebihan: dapat mengajarkan anak untuk mendemonstrasikan sebuah tokoh dan mengajarkan berbahasa yang benar dan lancar.
Kekurangan : terkadang tidak semua peserta didik mudah memainkan sebuah tokoh sesuai karakternya tanpa melalui contoh yang konkrit berulang kali.


@fatihelldestroy&friends

Prosedur Pengembangan Media Pembelajaran

google

Dalam Kamus umum Bahasa Indonesia karya WJS Poewadarminta, bahwa pengembangan adalah perbuatan menjadikan bertambah, berubah, sempurna (pikiran, pengetahuan, dan sebagainya) (2002:473).
Secara garis besar kegiatan pengembangan media pembelajaran terdiri atas tiga langkah besar yang harus dilalui, yaitu kegiatan perencanaan, produksi dan penilaian. Sementara itu, dalam rangka melakukan desain atau rancangan pengembangan program media. Arief Sadiman, dkk, memberikan urutan langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6 (enam) langkah sebagai berikut:
1)       Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang dimiliki siswa dengan apa yang diharapkan. Contoh jika kita mengharapkan siswa dapat melakukan sholat dengan baik dan benar, sementara mereka baru bisa takbir saja, maka perlu dilakukan latihan untuk ruku, sujud, dan seterusnya.
2)       Merumuskan tujuan intruksional (Instructional objective) dengan operasional dan khas
Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik, ada beberapa ketentuan yang harus diingat, yaitu:a.      Tujuan instruksional harus berorientasi kepada siswa. Artinya tujuan instruksional itu benar-benar harus menyatakan adanya prilaku siswa yang dapat dilakukan atau diperoleh setelah proses belajar dilakukan.b.      Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional, artinya kata kerja itu menunjukkan suatu prilaku/perbuatan yang dapat diamati atau diukur.

3)       Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
Penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari sub kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran, sehingga materi yang disusun adalah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut. Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah selanjutnya adalah mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit, dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak.
Contoh Rumusan Butir-butir Materi dari Rumusan Tujuan Pembelajaran di atas:
      a.       Praktek Sholat
      b.       Nama Pulau-pulau Besar yang ada di Indonesia


4)       Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu sebelum naskah program ditulis. Dan alat pengukur ini harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang disajikan. Bentuk alat pengukurnya bisa dengan tes, pengamatan, penugasan atau cheklist prilaku.
5)       Menulis naskah media
Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan  penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik seperti yang telah dijelaskan di atas. Supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media, maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang kita sebut naskah program media.Naskah program media maksudnya adalah sebagai penuntun kita dalam memproduksi media. Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil gambar dan merekam suara. Karena naskah ini berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil oleh kamera atau bunyi dan suara yang harus direkam.

6)       Mengadakan tes dan revisi

Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas dan kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari program tersebut. Sesuatu program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik, tetapi bila program itu tidak menarik, atau sukar dipahami atau tidak merangsang proses belajar bagi siswa yang ditujunya, maka program semacam ini tentu saja tidak dikatakan baik.


Referensi : http://meretasmasadepan.blogspot.com/2011/03/langkah-langkah-pengembangan-media.html

@fatihelldestroy&friends

Teknologi pendidikan VS Pendidikan Teknologi

google


Teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Istilah teknologi pendidikan sering dihubungkan dengan teori belajar dan pembelajaran. Bila teori belajar dan pembelajaran mencakup proses dan sistem dalam belajar dan pembelajaran, teknologi pendidikan mencakup sistem lain yang digunakan dalam proses mengembangkan kemampuan manusia. (Richey, R.C. (2008). Reflections on the 2008 AECT Definitions of the Field. TechTrends. 52 24-25)

Teknologi adalah inovasi, modifikasi, atau sesuatu hal yang baru dan teknologi terjadi dan tercipta atas ide-ide dari banyak orang. “Teknologi Pendidikan” adalah hasil dari pendidikan teknologi, sedangkan “Pendidikan Teknologi” adalah pendidikan yang menggunakan teknologi. dan lebih berorientasi pada pendidikan.

@fatihelldestroy&friends